Review film "The Conjuring 3: The Devil Made Me Do It"


"The Conjuring: The Devil Made Me Do It" adalah film ketiga dalam seri utama "The Conjuring", dirilis pada tahun 2021. Film ini disutradarai oleh Michael Chaves, mengambil alih dari James Wan yang menyutradarai dua film sebelumnya. Ceritanya didasarkan pada kasus nyata dari Ed dan Lorraine Warren, penyelidik paranormal terkenal, dan berfokus pada salah satu kasus paling terkenal mereka, yang dikenal sebagai "Arne Cheyenne Johnson Trial". Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah hukum Amerika Serikat di mana seorang terdakwa mengklaim kerasukan setan sebagai pembelaan dalam pengadilan pembunuhan.

REVIEW FILM THE CONJURING 3

Narasi dan Plot:
"The Conjuring 3" berfokus pada kasus Arne Cheyenne Johnson, yang didakwa dengan pembunuhan pada tahun 1981. Film ini dimulai dengan pengusiran setan pada seorang anak laki-laki bernama David Glatzel, di mana Arne secara sukarela menawarkan dirinya untuk dirasuki oleh entitas jahat yang menghantui David. Setelah kejadian ini, Arne mulai menunjukkan tanda-tanda perilaku aneh, yang memuncak dalam pembunuhan brutal terhadap tuan tanahnya, Alan Bono. Ed dan Lorraine Warren kemudian terlibat dalam kasus ini untuk membuktikan bahwa Arne tidak bertanggung jawab atas tindakannya karena kerasukan setan.

Film ini menyimpang dari formula rumah berhantu yang lebih tradisional dalam dua film sebelumnya, dengan fokus pada investigasi kriminal yang dipadukan dengan elemen supernatural. Pendekatan ini memberikan nuansa yang berbeda dan segar dalam waralaba, meskipun beberapa penonton mungkin merindukan ketegangan yang lebih khas dari film-film sebelumnya.

Sinematografi dan Suara:
Sinematografi dalam "The Conjuring 3" tetap konsisten dengan gaya yang telah ditetapkan dalam film-film sebelumnya. Penggunaan pencahayaan gelap dan bayangan yang kontras membantu menciptakan suasana yang mencekam. Michael Chaves menggunakan teknik pengambilan gambar yang cerdas untuk meningkatkan ketegangan, seperti sudut pandang yang rendah dan close-up intens yang menekankan emosi para karakter.

Desain suara dan skor musik juga memainkan peran penting dalam membangun atmosfer. Joseph Bishara kembali sebagai komposer, menciptakan skor yang menambah intensitas dan ketegangan, meskipun mungkin tidak sekuat atau sekharismatik dalam film-film sebelumnya.

Pemeran:
Vera Farmiga dan Patrick Wilson kembali memerankan Lorraine dan Ed Warren, dan mereka tetap memberikan penampilan yang kuat dan meyakinkan. Chemistry mereka yang sudah terjalin dengan baik memberikan dasar emosional yang kuat bagi cerita. Ruairi O'Connor juga memberikan penampilan yang baik sebagai Arne Johnson, menunjukkan pergulatan emosional dan fisik dari karakter yang mengalami kerasukan.

KESIMPULAN

"The Conjuring: The Devil Made Me Do It" membawa pendekatan baru ke dalam waralaba dengan memfokuskan cerita pada investigasi kriminal yang melibatkan elemen supernatural. Meskipun perubahan ini mungkin mengecewakan bagi beberapa penggemar yang mengharapkan pengalaman horor rumah berhantu yang lebih tradisional, film ini tetap menawarkan pengalaman yang menegangkan dan menarik.

Dengan narasi yang kuat, penampilan yang solid dari para aktor, dan sinematografi yang efektif, film ini memberikan pengalaman menonton yang memuaskan. Meskipun tidak seintens dan menakutkan seperti dua film sebelumnya, "The Conjuring 3" masih berhasil menangkap esensi dari cerita-cerita yang terinspirasi oleh kasus nyata Ed dan Lorraine Warren, memberikan pandangan yang menarik tentang salah satu kasus paranormal yang paling kontroversial dalam sejarah hukum Amerika.

Secara keseluruhan, "The Conjuring: The Devil Made Me Do It" adalah tambahan yang layak dalam waralaba "The Conjuring", meskipun dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Film ini tetap menawarkan ketegangan dan intrik yang cukup untuk memuaskan penggemar genre horor dan mereka yang tertarik pada kisah nyata tentang fenomena paranormal.

Komentar