"Black Bullet" adalah anime yang diadaptasi dari seri novel ringan karya Shiden Kanzaki dengan ilustrasi oleh Saki Ukai. Anime ini diproduksi oleh studio Kinema Citrus dan Orange, dan tayang pada tahun 2014. "Black Bullet" berlatar belakang dunia yang telah dihancurkan oleh makhluk parasit yang dikenal sebagai Gastrea. Manusia yang selamat hidup di dalam wilayah yang dilindungi oleh monolith, struktur raksasa yang dibuat dari bahan logam khusus yang mampu menahan serangan Gastrea.
Cerita mengikuti Rentaro Satomi, seorang Enju Aihara, seorang "Initiator" yang memiliki kekuatan khusus akibat infeksi Gastrea, dan Kisara Tendo, seorang teman masa kecil Rentaro yang memimpin Tendo Civil Security, organisasi yang bertugas melawan Gastrea. Anime ini menggabungkan elemen aksi, misteri, dan drama dengan tema post-apokaliptik dan pemerintahan yang kompleks.
REVIEW ANIME BLACK BULLET
Plot dan Cerita:
"Black Bullet" dimulai dengan latar belakang yang kuat, menjelaskan dunia yang dihancurkan oleh Gastrea dan bagaimana manusia beradaptasi dengan situasi tersebut. Cerita ini dengan cepat memperkenalkan konsep "Cursed Children", anak-anak perempuan yang terinfeksi Gastrea dan memiliki kemampuan superhuman, tetapi juga didiskriminasi oleh masyarakat karena mereka dianggap berbahaya.
Alur ceritanya campuran antara aksi melawan Gastrea dan drama sosial serta politik, terutama mengenai diskriminasi terhadap Cursed Children dan korupsi di dalam pemerintah. Rentaro dan Enju sering kali terlibat dalam misi melawan Gastrea, sambil juga berhadapan dengan tantangan moral dan etika, seperti bagaimana memperlakukan Cursed Children dan melawan sistem yang tidak adil.
Meskipun plotnya memiliki potensi besar, "Black Bullet" kadang-kadang terasa terburu-buru dan kurang mendalam dalam pengembangan karakter dan dunia. Beberapa elemen cerita, seperti hubungan antara Rentaro dan Kisara, serta latar belakang beberapa karakter pendukung, tidak dikembangkan sepenuhnya, yang bisa membuat penonton merasa kurang terhubung dengan cerita.
Visual dan Animasi:
Animasi "Black Bullet" cukup solid, dengan desain karakter yang menarik dan adegan aksi yang dinamis. Penggunaan CGI untuk menggambarkan Gastrea cukup baik, meskipun ada beberapa momen di mana integrasi antara CGI dan animasi tradisional terasa kurang mulus. Warna dan pencahayaan digunakan dengan efektif untuk menciptakan atmosfer dunia yang kelam dan penuh ancaman.
Musik dan Suara:
Musik dalam "Black Bullet" mencakup skor yang mencerminkan suasana dunia yang sedang dalam ancaman. Tema pembuka "black bullet" oleh fripSide dan penutup "Tokohana" oleh Nagi Yanagi adalah highlight dari soundtrack anime ini. Pengisi suara juga melakukan pekerjaan yang baik, dengan Yuki Kaji sebagai Rentaro dan Rina Hidaka sebagai Enju memberikan penampilan yang kuat dan ekspresif.
KESIMPULAN
"Black Bullet" adalah anime dengan premis yang menarik dan dunia yang kaya akan potensi cerita. Dengan tema-tema seperti diskriminasi, keadilan, dan moralitas dalam situasi krisis, anime ini mencoba untuk menawarkan lebih dari sekadar aksi melawan monster. Meskipun ceritanya kadang terasa terburu-buru dan kurang mendalam, terutama dalam pengembangan karakter dan alur tertentu, "Black Bullet" masih menyajikan pengalaman yang memikat dengan adegan aksi yang menarik dan isu sosial yang relevan.
Secara keseluruhan, "Black Bullet" adalah anime yang layak ditonton bagi penggemar genre aksi dan sci-fi, terutama bagi mereka yang tertarik pada cerita dengan elemen post-apokaliptik dan misteri. Meskipun memiliki kekurangan dalam eksekusi naratif, anime ini tetap memberikan hiburan yang memuaskan dan beberapa momen emosional yang kuat.
Komentar
Posting Komentar